Bukti Teori Kecerdasan Ganda

Bukti Teori Kecerdasan Ganda
Teori kecerdasan ganda bukanlah teori pertama yang menyatakan ada cara lain agar menjadi cerdas. Dalam kurun waktu 200 tahun terakhir, banyak teori yang menekankan adanya 1 sampai 150 jenis kecerdasan yang berbeda-beda. Yang membuat teori Gardner unggul adalah adanya dukungan riset dari berbagai bidang termasuk antropologi, psikologi kognitif, psikologi perkembangan, psikometri, studi biografi, fisiologi hewan, dan neuronatomi. Gardner menetapkan syarat khusus yang harus dipenuhi oleh setiap kecerdasan agar dapat dimasukkan ke dalam teorinya. Empat di antaranya adalah:
Setiap kecerdasan dapat dilambangkan. Teori kecerdasan ganda menyatakan bahwa kemampuan untuk melambangkan—atau melukiskan ide dan pengalaman melalui gambar, angka, atau kata—merupakan ciri kecerdasan manusia. Ketika Vanna White menunjuk spasi
kosong dalam kata “pr—gram” pada tayangan kuis televisi “Wheel of Fortune”, sebagian besar penonton televisi tentu dapat mengisi spasi tersebut dengan huruf hidup, karena mereka mempunyai sistem lambang yang sama: bahasa Inggris. Ini merupakan contoh sistem lambang linguistik. Teori kecerdasan ganda menyatakan bahwa setiap kecerdasan dapat dilambangkan dalam berbagai cara. Para pemikir logis—matematis mengunakan angka huruf Yunani, selain lambang-lambang lain, untuk memenuhi kebutuhan rasional mereka. Sementara itu, para musisi biasanya menggunakan nada kunci bas dan kunci musik soprano untuk melambangkan melodi dan irama. Marcel Marceau menggunakan gerak-gerik dan mimik wajah yang rumit sebagai lambang kinestik jasmani untuk mewujudkan berbagai konsep, seperti kemerdekaan dan kesepian. Masih ada lagi lambang sosial yang lain, misalnya lambaian tangan selamat tinggal, dan lambang diri, yang bisa ditemukan misalnya dalam mimpi di pagi hari.
Setiap kecerdasan mempunyai riwayat perkembangan. Kecerdasan bukanlah ciri mutlak yang sudah ditetapkan saat lahir atau tidak berubah sepanjang hidup kita, seperti yang diyakini oleh penganut konservatif mitos IQ. Menurut teori kecerdasan ganda, setiap kecerdasan muncul pada titik tertentu untuk berkembang selama rentang hidup, dan berisikan pola unik yang secara perlahan atau cepat semakin merosot, seiring dengan menuanya seseorang. Orang yang mempunyai kecerdasan musikal merupakan yang pertama menampakkan diri di antara ketujuh kecerdasan itu. Mozart menggubah lagu sederhana pada usia tiga tahun dan menulis simfoni pada usia sembilan tahun. Bakat musik itu relatif stabil begitu memasuki usia lanjut, sebagaimana dibuktikan dalam kehidupan orang-orang kreatif seperti Pablo Casals, Igor Stravinsky, dan George Friedrich Handel.
Sebaliknya, pemikiran logis-matematis mempunyai pola perkembangan yang berlainan. Kecerdasan ini muncul sedikit lebih lambat pada masa kanak-kanak, memuncak remaja atau awal dewasa, dan kemudian merosot dalam usia selanjutnya. Sebuah tinjauan terhadap riwayat pemikiran matematis menunjukkan bahwa hanya sedikit penemuan penting yang dibuat oleh orang yang berusia di atas 40 tahun. Banyak penemuan penting malah berasal dari kaum remaja seperti Blaise Pascal dan Evariste Galois. Bahkan Albert Einstein mendapatkan gagasan awal mengenai teori relativitasnya pada usia amat muda yakni 16 tahun. Kecerdasan-kecerdasan yang lain pun mempunyai pola perkembangan dan penurunan sendiri-sendiri selama rentang kehidupan manusia.
Setiap kecerdasan rawan terhadap cacat akibat kerusakan atas cedera pada wilayah otak tertentu. Teori kecerdasan ganda (ML atau multiple-intelligence) meramalkan bahwa kecerdasan dapat terisolasi akibat kerusakan otak. Gardner menegaskan bahwa setiap teori kecerdasan baru dapat berlaku bila berdasarkan biologi—artinya, berakar pada psikologi struktur otak. Sebagai neuropsikolog Boston Veteran Administrasion, ia bekerja dengan para pasien kerusakan otak yang mempunyai cacat pada masing-masing ketujuh kecerdasan itu: misalnya, seseorang yang mengalami kerusakan lobus frontal pada belahan otak kiri tidak mampu berbicara atau menulis dengan mudah, namun tanpa kesulitan dapat bernyanyi, melukis, dan menari. Dalam hal ini, hanya kecerdasan linguistiknya yang catat. Sebaliknya, orang yang mempunyai luka otak di lobus temporal kanan mungkin berbicara, membaca, dan menulis. Pasien dengan kerusakan pada lobus oksipital belahan otak kanan mungkin menghadapi kesulitan untuk mengenali wajah, membanyangkan, atau mengamati detail visual.
Teori kecerdasan menganggap adanya tujuh sistem otak yang relatif. Pada sebagian besar orang, kecerdasan linguistik terutama berfungsi di belahan otak kiri, sementara kecerdasan musikal, spasial, dan antarpribadi cenderung lebih berfungsi pada belahan otak kanan. Kecerdasan kinestik-jasmani menyangkut korteks motor, ganglia basal, dan serebelum (otak kecil). Lobus frontal mengambil peranan penting dalam kecerdasan intrapribadi. Meskipun otak amat rumit dan tidak dapat dipetakan menjadi tujuh sektor dengan batas tegas, teori kecerdasan ganda dapat mensintesis penemuan selama 25 tahun dengan cara yang menakjubkan melalui bidang neuropsikologi.
Setiap kecerdasan mempunyai keadaan akhir nilai budaya. Teori kecerdasan ganda menyatakan bahwa perilaku cerdas dapat ditinjau dari melihat prestasi tertinggi dalam peradaban—bukan dengan mengumpulkan skor jawaban dari berbagai tes standar. Keterampilan tes IQ yang sering digunakan, seperti kemampuan untuk menyebut bilangan acak secara mundur atau maju, atau kemampuan menyelesaikan masalah analogi, mempunyai nilai budaya yang terbatas. Pernahkah Anda mendengar seorang nenek memangku cucunya dan berkata, “Nenek ingin menyampaikan sesuatu yang amat berarti. Nenek harap ini bisa memberi makna bagimu: 23, 16, 94, 3, 12,…” Pada kenyataannya, yang diwariskan dari generasi ke genarasi adalah mitos, legenda, karya sastra, musik, kesenian yang agung, penemuan ilmiah, dan keterampilan jasmani.
Teori kecerdasan ganda menyatakan bahwa kita dapat mempelajari makna menjadi cerdas dengan sangat baik dengan mempelajari contoh karya budaya yang paling sukses pada ketujuh bidang itu: Moby Dick oleh Herman Melville bukannya susunan suku kata tak bermakna yang dibuat ahli psikometri; Guernica karya Pablo Piccaso bukannya rancangan geometri dalam tes penalaran spasial; Magna Carta atau Sermon on the Mount bukannya Vineland Scale of Social Maturity.
Lebih lanjut, teori kecerdasan ganda menyambut baik keanekaragaman cara berbagai macam kebudayaan memperlihatkan perilaku cerdas. Bukannya hanya menganggap penemuan verbal dan logis orang Eropa kulit sebagai puncak kecerdasan (sekali lagi, ini merupakan sesuatu yang dipromosikan dan dipertahankan oleh tes IQ), teori kecerdasan ganda menyajikan serangkaian kecerdasan manusiawi yang dirancang secara lebih luas. Dalam rangka pikiran ini, kemampuan orang Sherpa Himalaya untuk menelusuri jejak, metode klasifikasi rumit suku-suku yang tinggal di Gurun Kalahari, kejeniusan musikal kebudayaan Anang di Nigeria, sistem pemetaan yang khas, para pelaut Polinesia, dan kemampuan khusus banyak bangsa di seluruh dunia mendapat tempat yang sama terhormatnya.
Selain ciri-ciri di atas, teori kecerdasan ganda percaya bahwa setiap kecerdasan mempunyai proses kognitif yang terpisah dalam bidang memori, perhatian, persepsi, dan pemecahan masalah. Misalnya, mungkin memori Anda akan melodi tidak sekuat memori Anda akan wajah atau angka. Anda mungkin mempunyai persepsi yang tajam mengenai nada musik, namun tidak mampu membedakan antara bunyi kata “th” dengan “sh” pada kata-kata bahasa Inggris. Ketujuh kecerdasan ini mempunyai riwayat evolusinya sendiri. Untuk sebagian, kecerdasan musikal berevolusi dari nyanyian burung, sementara kecerdasan kinestetik-jasmani muncul dari kegiatan berburu dalam bentuk kehidupan terdahulu. Bagi mereka yang menginginkan data yang dapat dipercaya, tersedia hasil uji psikologi dan riset ekperimental dari teori kecerdasan ganda ini, bukan hanya gagasan belaka. Teori ini merupakan hasil riset kecerdasan ganda yang terkini.
Disarikan dari buku: 7 Kinds Of Smart, Penulis: Thomas Armstrong, Ph.D, Hal: 6-10.
Enhanced by Zemanta

No comments: